Suku Bangsa Asal Asia

Indonesia
Indonesia Ethnic
Berada di Asia Tenggara, terdiri dari kepulauan, kadang disebut juga sebagai Kepulauan Indonesia atau Kepulauan Asia Tenggara, yang terdiri dari ribuan pulau-pulau, dan memiliki 5 pulau terbesar, yaitu, pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Indonesia memiliki lebih dari 500 suku bangsa, bahkan menurut beberapa peneliti, di Indonesia terdapat lebih dari 1000 suku bangsa. Agama terbesar di Indonesia adalah Agama Islam, diikuti Agama Kristen, kemudian kelompok terkecil adalah agama Hindu dan Budha serta ratusan agama tradisional ethnic.

Malaysia
Berada di Asia Tenggara, sering disebut sebagai Semenanjung Malaysia. Malaysia terdiri dari puluhan ethnic yang sebagian besar menyebut dirinya sebagai suku bangsa Melayu. Selain bangsa Melayu terdapat juga ethnic lain yang disebut sebagai Orang Asli, yang dikategorikan sebagai suku bangsa Proto Malayan, yang terdiri dari 15 ethnic yang mendiami daerah pedalaman dan pegunungan di Malaysia. Selain itu terdapat juga ethnic Dayak yang di berada di pulau Kalimantan sebelah utara (Borneo), dan beberapa ethnic lain yang juga sebagai penduduk asli Malaysia.

Brunei
Salah satu negara yang berada di pulau Kalimantan sebelah utara. Bertetangga dengan Malaysia dan Indonesia. Brunei memiliki beberapa ethnic selain suku bangsa Melayu Brunei yang menjadi mayoritas. Suku bangsa lain seperti suku Dayak dan lain-lain.

Thailand
Masih termasuk di wilayah Asia Tenggara. Mayoritas agama di Thailand adalah agama Budha, diikuti agama Kristen kemudian agama Islam. Thailand memiliki banyak ragam ethnic, yang tersebar di seluruh wilayah Thailand. Suku bangsa di Thailand memiliki ciri fisik ras mongoloid. Tapi terdapat juga beberapa ethnic yang memiliki ras melanesoid yang mendiami daerah pedalaman Thailand.

Burma (Myanmar)
Masih berada di wilayah Asia Tenggara.

Laos
Berada di wilayah Asia Tenggara.

Vietnam
Masih termasuk Asia Tenggara.

Philippine
Berada di kawasan Asia Tenggara.

Cambodia
Di wilayah Asia Tenggara.

Papua New Guinea
Masih berada di Asia Tenggara.

Timor Leste
Berada di wilayah Asia Tenggara.

Taiwan
Berada di daerah Indochina

Korea Selatan (South Korea)
Korea Utara (North Korea)
Japan (Jepang)
India
Amerika Utara
Amerika Tengah
Amerika Selatan
Australia
New Zealand
Madagascar
Africa
Andaman dan Nicobar

(mohon maaf postingan ini belum selesai .... harap dimaklumi)

Rumah Adat Kampar, Riau

Masyarakat Kampar, di pulau Sumatra, tepatnya di provinsi Riau, ternyata masih menyimpan dan memelihara peninggalan bersejarah mereka, yaitu Rumah Adat, suatu rumah tradisional masyarakat Kampar yang telah dimiliki oleh masyarakat Kampar sejak beratus-ratus tahun yang lalu.

Rumah Adat Kampar, disebut sebagai Rumah Lontiok dan Rumah Pencalang. Di beberapa daerah lain, masih termasuk wilayah Kampar, terdapat juga Rumah Adat yang disebut sebagai Rumah Lancang. Rumah Lontiok dan Rumah Lancang memiliki bentuk yang sedikit berbeda, tetapi tetap merupakan Rumah Adat masyarakat Kampar.

Desa Wisata Pulau Belimbing, Kabupaten Kampar
Di desa Wisata Pulau Belimbing yang berada di kabupaten Kampar provinsi Riau, masih menyimpan banyak bangunan Rumah Lontiok, Rumah Pencalang dan Rumah Lancang. Hanya saja, sebagian sudah mengalami kondisi yang tidak terawat.

Salah satu keunikan dari desa wisata selain suasana alam pedesaan yang masih alami asri, adat istiadat yang masih dipertahankan, ialah kita masih dapat menjumpai rumah-rumah adat tradisional khas masyarakat Kampar yang dikenal dengan nama Rumah Lontiok yang sebagian besar sudah berusia ratusan tahun.


Rumah Lontiok


 

 

 


Rumah Pencalang

 


Bentuk rumah Lontiok dikatakan berasal dari bentuk perahu, hal ini tercermin dari sebutan pada bagian-bagian rumah tersebut seperti: bawah, tengah, ujung, pangkal, serta turun, naik. Dinding depan dan belakang dibuat miring keluar dan kaki dinding serta tutup didinding dibuat melengkung sehingga bentuknya menyerupai sebuah perahu yang diletakkan diatas tiang-tiang. Tapi bentuk rumah yang mengikuti pola bentuk perahu, menurut para peneliti adalah merupakan rumah khas bangsa Austronesia, khususnya yang termasuk ke dalam bangsa Proto Malayan, yang masih mempertahankan bentuk-bentuk rumah yang mengikuti bentuk perahu. Ini menunjukkan bahwa pada perjalanan migrasi nenek moyang mereka menggunakan perahu, yang bentuk perahu mereka terabadikan dalam bentuk rumah-rumah mereka. Rumah-rumah berbentuk perahu ini juga terlihat pada rumah-rumah adat suku Toraja, rumpun Batak, suku Mamasa dan suku Minangkabau, 
Berbeda dengan bentuk rumah di atas yang tidak berbentuk perahu, biasanya dikategorikan sebagai rumah masyarakat Melayu.

Rumah Lontiok berfungsi sebagai rumah adat dan rumah tempat tinggal. Dibangun dalam satu prosesi panjang yang melibatkan masyarakat luas serta upacara.

Rumah Lontiok atau Lontik, merupakan rumah panggung. Tipe konstruksi panggung dipilih untuk menghindari bahaya binatang buas dan banjir. Kolong rumah, biasanya digunakan untuk kandang ternak, wadah penyimpanan perahu, tempat bertukang atau tempat bermain anak-anak, dan gudang kayu untuk persiapan bulan puasa. Kemudian lain penyebab pemakaian konstruksi panggung adalah adanya ketentuan adat untuk memakai tangga, dengan jumlah anak tangga ganjil dan menyediakan tempayan air didekatnya untuk mencuci kaki di pangkal tangga. Ketentuan adat juga menyatakan bahwa penghuni perempuan cukup berpakaian sedada tanpa baju (kemban) di dalam rumah atau tidur-tidur dirumah tanpa adanya penyekat/pelindung ruang. Kalau rumah dibangun rendah atau “melekat” di atas tanah, maka keadaan di dalam rumah akan kelihatan dari luar rumah.

Dinding luar Rumah Lontik seluruhnya miring keluar, berbeda dengan dinding dalam yang tegak lurus. Balok tumpuan dinding luar depan melengkung keatas, dan kalau disambung dengan ukiran sudut-sudut dinding, kelihatan seperti bentuk perahu. Balok tutup atas dinding juga melengkung meskipun tidak semelengjung balok tumpuan. Lengkungannya mengikuti lengkung sisi bawah bidang atap. Kedua ujung perabung diberi hiasan yang disebut Sulo Bayung. Sedangkan Sayok Lalangan merupakan ornamen pada ke 4 sudut cucuran atap. Bentuk hiasan beragam, ada yang menyerupai bulan sabit, tanduk kerbau, taji dan sebagainya. Bentuk rumah seperti ini merupakan peninggalan peradaban megalitikum suku bangsa Proto Malayan. 

Pemerintah Kabupaten Kampar berniat untuk merenovasi rumah-rumah adat yang sudah dalam kondisi rusak, tapi adat setempat melarang rumah adat itu direnovasi. Menurut adat setempat, rumah adat di kabupaten Kampar hanya boleh direnovasi apabila sudah roboh akibat termakan usia.

Suku Bajo Pengembara Laut

rumah perahu
Di pulau Sulawesi terdapat komunitas masyarakat adat Bajo yang bermukim di atas perahu, biasa disebut Seanomade. Dulu, mereka sepenuhnya hidup di atas perahu dan hanya sesekali singgah di pulau untuk mendapatkan air bersih dan menjual ikan. Sepuluh tahun terakhir, manusia perahu sudah dimukimkan ke daratan. Belakangan, beberapa nelayan di Kolaka dan Bombana melihat kembali kehadiran suku Bajo Seanomade.

Keberadaan suku Bajo Seanomade ini, dikatakan berada di desa Dongkala di sebelah selatan pulau Kabaena. Di desa Kaudani, terdapat pemukiman orang Bajo yang sudah bermukim di daratan, mereka dahulunya adalah suku Bajo Seanomade. Mereka menempati bangunan yang didirikan oleh pemerintah setempat.

Terdapat suatu komunitas suku Bajo yang tinggal dan hidup di atas perahu di daerah Dongkala yang disebut sebagai orang Bajo kelompok Papongka, mereka bisa berminggu-minggu hidup di atas perahu di tengah laut. Selain Kelompok Papongka, masih ada 3 kelompok lainnya masing-masing suku Bajo kelompok Lilibu, kelompok Sakai dan kelompok Lame. Ke-4 kelompok suku Bajo ini dibedakan karena kebiasaan mereka melaut, masing-masing berbeda.

Masing kelompok suku Bajo, adalah:
  • Bajo Lilibu adalah suku Bajo yang bermukim di daratan dan biasanya berada di laut hanya satu atau dua hari.
  • Bajo Papongka juga bermukim di daratan, namun mereka bisa berada di laut untuk mencari ikan selama sepekan hingga dua pekan.
  • Bajo Sakai bisa bertahan sebulan hingga dua bulan di laut dengan kawasan kerja ke provinsi lain.
  • Bajo Lame yang bisa berbulan-bulan di laut untuk mencari ikan.
  • Bajo Seanomade, menjelajah di laut, sulit diketahui keberadaannya, karena tidak menetap pada suatu wilayah.

Cerita tentang suku Bajo sebagai manusia perahu, sampai kini masih ada yang bermukim di atas perahu. Mereka enggan ke darat. Khusus suku Bajo Seanomade membawa seluruh anggota keluarga mereka untuk hidup dan melaksanakan seluruh kegiatan di atas perahu. Tempat mereka berteduh hanyalah atap rumbia di atas perahu yang disebut Soppe.

diolah dari beberapa sumber

Ritual Adat Suku Manggarai

Suku Manggarai, di pulau Flores yang tersebar di 2 kabupaten, yaitu kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur di provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki sederet upacara ritual sebagai ucapan syukur atas kehidupan yang sudah dijalani dalam periode waktu tertentu. Seluruh rangkaian prosesi dilakukan demi menjaga ketenangan batin dan keharmonisan antarwarga Manggarai.

Beberapa Ritual Adat suku Manggarai, adalah:
tradisi Caci
suku Manggarai
  1. Tradisi Caci, semacam olah raga tradisional yang dijadikan tradisi ritual menempa diri. Pentas kolosal pemuda setempat itu diyakini bisa terus menjaga jiwa sportivitas. Maklum, olah raga yang dilakukan tak lain dari pertarungan saling pukul dan tangkis dengan menggunakan pecut dan tameng. Pertarungan antardua pemuda tersebut selalu dipenuhi penonton dalam setiap pergelaran di lapangan rumput Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.
    Pertunjukan Caci diawali dengan pentas tarian Danding, sebelum para jago Caci beradu kebolehan memukul dan menangkis. Tarian itu biasanya disebut juga sebagai Tandak Manggarai, yang dipentaskan khusus hanya untuk meramaikan pertarungan Caci.
    Gerakan penari Danding lebih enerjik ketimbang tari Vera atau tari Sanda Lima. Para penarinya pun ikut melantunkan lagu dengan lirik yang membangkitkan semangat para pemain caci dalam bertarung.
    Pertarungan Caci dilakukan oleh dua kelompok, yang masing-masing terdiri dari delapan pemain. Setiap peserta mendapat kesempatan pertama sebagai pemukul, dan selanjutnya bertindak menjadi penangkis serangan.
    Permainan Caci dijadikan pelajaran berharga bagi anggota suku Manggarai dalam mengendalikan emosi. Pasalnya, meski saling mencambuk -dan biasanya bakal terluka- sopan santun dalam gerakan di arena, ucapan, dan hormat kepada lawan selalu dijaga para pemainnya.
  2. Ritual adat Penti, yaitu suatu Upacara Adat merayakan syukuran atas hasil panen yang dirayakan bersama-sama oleh seluruh warga desa. Bahkan ajang prosesi serupa juga dijadikan momentum reuni keluarga yang berasal dari suku Manggarai.
    Ritual Penti dimulai dengan acara berjalan kaki dari rumah adat menuju pusat kebun atau Lingko, yang ditandai dengan sebuah kayu Teno. Di sini, akan dilakukan upacara Barong Lodok, yaitu mengundang roh penjaga kebun di pusat Lingko, supaya mau hadir mengikuti perayaan Penti. Lantas kepala adat mengawali rangkaian ritual dengan melakukan Cepa atau makan sirih, pinang, dan kapur. Tahapan selanjutnya adalah melakukan Pau Tuak alias menyiram minuman tuak yang disimpan dalam bambu ke tanah.
    Urutan prosesi tiba pada acara menyembelih seekor babi untuk dipersembahkan kepada roh para leluhur. Tujuannya, supaya mereka memberkahi tanah, memberikan penghasilan, dan menjauhkan dari malapetaka. Para peserta pun mulai melantunkan lagu pujian yang diulangi sebanyak lima kali. Lagu itu disebut Sanda Lima.
    Usai itu, rombongan kembali ke rumah adat sambil menyanyikan lagu yang syairnya menceritakan kegembiraan dan penghormatan terhadap padi yang telah memberikan kehidupan. Ritual Barong Lodok yang pertama ini dilakukan keluarga besar yang berasal dari rumah adat Gendang. Upacara serupa juga dilakukan keluarga besar dari rumah adat Tambor. Keduanya dipercaya sebagai cikal bakal suku Manggarai.
    Puncak acara Penti ditandai dengan berkumpulnya kepala adat kampung, ketua sub klen, kepala adat yang membagi tanah, kepala keluarga, dan undangan dari kampung lain. Mereka berdiskusi membahas berbagai persoalan berikut jalan keluarnya.
  3. Ritual Barong Lodok juga disimbolkan untuk membagi tanah ulayat kepada seluruh anggota keluarga. Tanah yang bakal dibagikan itu mempunyai beragam perbedaan luas, tergantung status sosial. Pembagiannya disimbolkan dengan Moso, yakni sektor dalam Lingko yang diukur dengan jari tangan. Tanah tersebut dibagi berdasarkan garis yang mirip dengan jaring laba-laba. Tua Teno adalah satu-satunya orang yang memiliki otoritas membagi tanah tersebut.
  4. Ritual Barong Wae. Ritual ini diadakan setelah mengadakan ritual Barong Lodok, Di sini, warga kembali akan mengundang roh leluhur penunggu sumber mata air. Menurut kepercayaan, selama ini roh leluhur itu telah menjaga sumber mata air, sehingga airnya tak pernah surut. Ritual ini juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, yang telah menciptakan mata air bagi kehidupan seluruh warga Desa Manggarai. Kurban yang dipersembahkan adalah seerkor ayam dan sebutir telur.
  5. Ritual Barong Compang. Diadakan setelah mengadakan Ritual Barong Wae. Prosesinya dilakukan di tanah yang berbentuk bulat, yang terletak di tengah kampung. Roh penghuni Compang juga diundang mengikuti upacara penti di rumah adat pada malam hari. Suku Manggarai mempercayai, roh kampung yang disebut Naga Galo selama ini berdiam di Compang.
    Bagi suku Manggarai, peranan Naga Galo sangat penting dan amat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Alasannya, Naga Galo-lah yang telah melindungi kampung dari berbagai bencana. Mulai dari kebakaran, angin topan, bahkan bisa menghindarkan timbulnya kerusuhan di kampung.
    Ritual Barong Compang diakhiri dengan langkah rombongan yang masuk ke rumah adat, untuk melakukan upacara Wisi Loce. Di sana, mereka menggelar tikar, agar semua roh yang diundang dapat menunggu sejenak sebelum puncak acara Penti.
  6. Keluarga dari rumah adat Gendang dan Tambor melanjutkan acara Libur Kilo. Prosesi yang satu itu bertujuan mensyukuri kesejahteraan keluarga dari masing-masing rumah adat. Uniknya, upacara tadi dipercaya sebagai upaya membaharui kehidupan bagi seluruh anggota keluarga. Sebab dalam upacara itu, warga yang bermasalah, dapat membangun kembali hubungan keluarga supaya lebih baik lagi.

Semua tradisi ritual, dijadikan kebanggaan tersendiri untuk masyarakat suku Manggarai. Sebab, lewat semua ritual tadi, mereka ditempa untuk selalu bersyukur dan mau saling menjaga ketenangan batin dan keharmonisan antarwarga Manggarai.

sumber:

Indian di Benua Amerika


Suku Indian, adalah manusia yang pertama sekali hidup di Benua Amerika. Menurut para pakar anthropologi dan pakar bahasa, bahwa suku Indian ini telah ada sejak lebih dari 20.000 tahun lalu. Diperkiraka karena mengikuti atau mencari hewan buruan, di saat mereka melewati selat kecil bernama Selat Bering, yang dahulunya adalah tanah genting, yang saat ini menjadi pemisah titik paling timur Benua Asia dan titik paling barat Benua Amerika).Tanah genting itu sudah tenggelam karena naiknya permukaan air laut dan kini menjadi Selat Bering. Dugaan ini dilandaskan pada kenyataan bahwa tidak pernah ditemukan fosil cikal-bakal manusia purba di benua Amerika.
Setelah menyeberang, mereka tidak kembali ke daerah asalnya dan membangun pemukiman, menetap dan berkembang menjadi masyarakat yang besar. Tetapi terjadi konflik di antara mereka dan juga beberapa bencana alam yang memisahkan mereka menjadi berbagai kelompok kecil-kecil yang akhirnya tersebar di berbagai belahan benua Amerika. Beberapa kelompok mereka yang tersebar berhasil membangun peradaban yang hebat, sedangkan yang lain tetap bertahan dalam pola hidup primitif.

Istilah Indian sendiri, berawal dari kedatangan bangsa Eropa pada abad 16, yang ketika bertemu dengan dengan penduduk asli, dan mengira mereka tiba di India (Asia), dan secara keliru mereka menyebut penduduk asli di benua Amerika ini sebagai orang India atau "Indian".

Bangsa Eropa menginginkan wilayah ini untuk dijadikan sebagai pemukiman kedua setelah benua Eropa. Maka terjadilah berbagai konflik antara bangsa Eropa dengan penduduk Asli Amerika yang disebut sebagai Indian. Bangsa Eropa datang dengan budaya yang lebih maju, serta dengan persenjataan yang lebih hebat, maka sia-sia lah perlawanan bangsa Indian, yang membuat mereka semakin tergusur ke pedalaman hutan dan gurun di Amerika.

Bangsa Indian termasuk ras Mongoloid dengan ciri-ciri rambut hitam lurus, kulit coklat kemerah-merahan, mata hitam, tubuh tidak banyak berbulu, tulang pipi menonjol, dan wajah pada umumnya lebar.

Budaya dan bahasa orang Indian berbeda-beda antara satu kawasan dengan kawasan yang lain. Ada yang memiliki peradaban tinggi seperti yang terlihat dari peninggalan suku Aztec dan Inca dan ada pula yang memiliki budaya sangat primitif. Begitupun dalam hal bahasa, sangat beragam.

Di Amerika bagian tengah dan selatan yang lazim disebut Amerika Latin terjadi percampuran darah Indian dan kulit-putih, terutama Spanyol dan Portugis, sudah berlangsung sejak ratusan tahun.
Keturunan campuran ini yang disebut mestis kini merupakan mayoritas penduduk negara-negara Amerika Tengah seperti Honduras, Nikaragua dan El Salvador. Di Amerika Selatan, negara-negara yang mayoritas penduduknya campuran Indian dan pendatang adalah: Venezuela, Colombia, Ecuador, Peru dan Bolivia.

Kegiatan penginjilan berkembang dengan baik oleh para penginjil Spanyol dan Portugis ratusan tahun yang lalu. Mayoritas keturunan Indian dan campuran di kedua wilayah ini telah memeluk agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Tetapi sebagian kecil suku Indian yang hidup terpencil masih menganut animisme.

Suku bangsa Indian yang tersebar di Benua Amerika

A
  • A'ananin (Aane), 
  • Abenaki (Abnaki, Abanaki, Abenaqui), 
  • Absaalooke (Absaroke), 
  • Achumawi (Achomawi), 
  • Acjachemen, 
  • Acoma, 
  • Agua Caliente, 
  • Adai,Ahtna (Atna), 
  • Ajachemen, 
  • Akimel O'odham, 
  • Akwaala (Akwala), 
  • Alabama-Coushatta, 
  • Aleut, 
  • Alutiiq, 
  • Algonquians (Algonkians) , 
  • Algonquin (Algonkin),
  • Alliklik, 
  • Alnobak (Alnôbak, Alnombak), 
  • Alsea (Älsé, Alseya), 
  • Andaste, 
  • Anishinaabe (Anishinabemowin, 
  • Anishnabay), 
  • Aniyunwiya, 
  • Antoniaño, 
  • Apache,
  • Apalachee, 
  • Applegate, 
  • Apsaalooke (Apsaroke), 
  • Arapaho (Arapahoe), 
  • Arawak, 
  • Arikara, 
  • Assiniboine, 
  • Atakapa, 
  • Atikamekw, 
  • Atsina, 
  • Atsugewi (Atsuke),
  • Araucano (Araucanian), 
  • Avoyel (Avoyelles), 
  •  Awa-Guaja   ........................................... Brazil
  • Ayisiyiniwok, 
  • Aymara, 
  • Aztec

B
  • Babine, 
  • Bannock, 
  • Barbareño, 
  • Bari, 
  • Bear River, 
  • Beaver, 
  • Bella Bella, 
  • Bella Coola, 
  • Beothuks (Betoukuag), 
  • Bidai, 
  • Biloxi, 
  • Black Carib, 
  • Blackfoot (Blackfeet),
  • Blood Indians, 
  • Bora

C
  • Caddo (Caddoe), 
  • Cahita, 
  • Cahto, 
  • Cahuilla, 
  • Calapooya (Calapuya, Calapooia), 
  • Calusa (Caloosa), 
  • Carib, 
  • Carquin, 
  • Carrier, 
  • Caska, 
  • Catawba, 
  • Cathlamet,
  • Cayuga, 
  • Cayuse, 
  • Celilo, 
  • Central Pomo, 
  • Chahta, 
  • Chalaque, 
  • Chappaquiddick (Chappaquiddic, Chappiquidic), 
  • Chawchila (Chawchilla), 
  • Chehalis, 
  • Chelan,
  • Chemehuevi, 
  • Cheraw, 
  • Cheroenhaka (Cheroenkhaka, Cherokhaka), 
  • Cherokee
  • Chetco, 
  • Cheyenne (Cheyanne), 
  • Chickamaugan, 
  • Chickasaw, 
  • Chilcotin,Chilula-Wilkut, 
  • Chimariko, 
  • Chinook, 
  • Chinook Jargon, 
  • Chipewyan (Chipewyin), 
  • Chippewa, 
  • Chitimacha (Chitamacha), 
  • Chocheno, 
  • Choctaw, 
  • Cholon, 
  • Chontal de Tabasco (Chontal Maya), 
  • Choynimni (Choinimni), 
  • Chukchansi, 
  • Chumash, 
  • Clackamas (Clackama), 
  • Clallam, 
  • Clatskanie (Clatskanai), 
  • Clatsop, 
  • Cmique,
  • Coastal Cree,
  • Cochimi, 
  • Cochiti, 
  • Cocopa (Cocopah), 
  • Coeur d'Alene, 
  • Cofan,
  • Columbia (Columbian), 
  • Colville, 
  • Comanche
  • Comcaac, 
  • Comox, 
  • Conestoga,
  • Coos (Coosan), 
  • Copper River Athabaskan, 
  • Coquille, 
  • Cora, 
  • Coso, 
  • Costanoan, 
  • Coushatta, 
  • Cowichan, 
  • Cowlitz, 
  • Cree, 
  • Creek, 
  • Croatan (Croatoan), 
  • Crow,
  • Cruzeño, 
  • Cuna, 
  • Cucupa (Cucapa), 
  • Cupeño (Cupa), 
  • Cupik (Cu'pik, Cuit)

D
  • Dakelh, 
  • Dakota
  • Dakubetede, 
  • Dawson, 
  • Deg Xinag (Deg Hit'an), 
  • Delaware, 
  • Dena'ina (Denaina), 
  • Dene, 
  • Dene Suline (Denesuline), 
  • Dene Tha, 
  • Diegueno, 
  • Dine (Dineh), 
  • Dogrib, 
  • Dohema (Dohma), 
  • Dumna, 
  • Dunne-za (Dane-zaa, Dunneza),

E
  • Eastern Inland Cree, 
  • Eastern Pomo, 
  • Eel River Athabascan, 
  • Eenou (Eeyou), 
  • Eskimo
  • Esselen, 
  • Etchemin (Etchimin), 
  • Euchee, 
  • Eudeve (Endeve), 
  • Excelen, 
  • Eyak

F
  • Fernandeno (Fernandeño), 
  • Flathead Salish, 
  • Fox

G
  • Gabrielino (Gabrieleño), 
  • Gae, 
  • Gaigwu, 
  • Galibi, 
  • Galice, 
  • Garifuna, 
  • Gashowu, 
  • Gitxsan (Gitksan), 
  • Gosiute (Goshute), 
  • Gros Ventre, 
  • Guarani, 
  • Guarijio (Guarijío),
  • Gulf, 
  • Gwich'in (Gwichin, Gwitchin),

H
  • Haida, 
  • Haisla, 
  • Halkomelem (Halqomeylem), 
  • Hän (Han Hwech'in), 
  • Hanis, 
  • Hare, 
  • Hatteras, 
  • Haudenosaunee, 
  • Havasupai, 
  • Hawaiian
  • Heiltsuk, 
  • Heve, 
  • Hiaki,
  • Hichiti (Hitchiti), 
  • Hidatsa, 
  • Hocak (Ho-Chunk, Hochunk), 
  • Holikachuk, 
  • Homalco, 
  • Hoopa, 
  • Hopi, 
  • Hopland Pomo, 
  • Hualapai, 
  •  Huaorani   ........................................... Ecuador
  • Huelel, 
  • Huichol, 
  • Huichun, 
  • Hupa,
  • Huron

I
  • Illini (Illiniwek, Illinois), 
  • Inca
  • Ineseño (Inezeño), 
  • Ingalik (Ingalit), 
  • Innoko, 
  • Innu, 
  • Inuktitut (Inupiat, Inupiaq, Inupiatun), 
  • Iowa-Oto (Ioway), 
  • Iroquois Confederacy, 
  • Ishak, 
  • Isleño, 
  • Isleta, 
  • Itza Maya (Itzah), 
  • Iviatim, 
  • Iynu

J
  • James Bay Cree, 
  • Jemez, 
  • Juaneno (Juaneño), 
  • Juichun

K
  • Kabinapek, 
  • Kainai (Kainaiwa), 
  • Kalapuya (Kalapuyan, Kalapooya), 
  • Kalina (Kaliña), 
  • Kanenavish, 
  • Kanien'kehaka (Kanienkehaka), 
  • Kalispel, 
  • Kansa (Kanza, Kanze), 
  • Karankawa, 
  • Karkin, 
  • Karok (Karuk), 
  • Kashaya, 
  • Kaska, 
  • Kaskaskia, 
  • Kathlamet, 
  • Kato, 
  • Kaw, 
  • Kenaitze (Kenai), 
  • Keres (Keresan), 
  • Kichai, 
  • Kickapoo (Kikapu), 
  • Kiliwa (Kiliwi), 
  • Kiowa, 
  • Kiowa Apache, 
  • Kitanemuk, 
  • Kitsai, 
  • Klahoose, 
  • Klallam, 
  • Klamath-Modoc, 
  • Klatskanie (Klatskanai), 
  • Klatsop, 
  • Klickitat,
  • Koasati, 
  • Kolchan, 
  • Konkow (Konkau), 
  • Konomihu, 
  • Kootenai (Ktunaxa, Kutenai), 
  •  Korubo   ..................................................... Brazil
  • Koso, 
  • Koyukon, 
  •  Kugapakori   ............................................... Peru
  • Kuitsh, 
  • Kulanapo (Kulanapan, Kulanapa), 
  • Kumeyaay (Kumiai), 
  • Kuna, 
  • Kupa, 
  • Kusan, 
  • Kuskokwim, 
  • Kutchin (Kootchin), 
  • Kwaiailk, 
  • Kwakiutl (Kwakwala), 
  • Kwalhioqua, 
  • Kwantlen, 
  • Kwapa (Kwapaw), 
  • Kwinault (Kwinayl)

L
  • Laguna, 
  • Lakhota (Lakota), 
  • Lakmiak (Lakmayut), 
  • Lassik, 
  • Laurentian (Lawrencian), 
  • Lecesem, 
  • Lenape (Lenni Lenape), 
  • Lillooet, 
  • Lipan Apache, 
  • Listiguj (Listuguj), 
  • Lnuk (L'nuk, L'nu'k, Lnu), 
  • Lokono, 
  • Loucheux (Loucheaux), 
  • Loup, 
  • Lower Chehalis, 
  • Lower Coquille, 
  • Lower Cowlitz, 
  • Lower Tanana, 
  • Lower Umpqua, 
  • Luckiamute (Lukiamute), 
  • Luiseño, 
  • Lumbee, 
  • Lummi, 
  • Lushootseed, 
  • Lutuamian

M
  • Macushi (Macusi), 
  • Mahican, 
  • Maidu, 
  • Maina (Mayna), 
  • Makah, 
  • Makushi, 
  • Maliseet (Maliceet, Malisit, Malisset), 
  • Mandan, 
  • Mapuche (Mapudungun, Mapudugan), 
  • Maricopa, 
  •  Mashco-Piro   ....................................... Peru
  • Massachusett (Massachusetts), 
  • Massasoit (Massassoit, Mashpee), 
  • Mattabesic Mattole, 
  • Maumee, 
  • Matlatzinca, 
  • Mayan, 
  • Mayo,
  • Mengwe, 
  • Menominee (Menomini), 
  • Mescalero-Chiricahua, 
  • Meskwaki (Mesquakie), 
  • Metis Creole, 
  • Miami-Illinois, 
  • Miccosukee, 
  • Michif, 
  • Micmac (Mi'gmaq),
  • Migueleño, 
  • Mikasuki, 
  • Mi'kmaq (Mikmawisimk), 
  • Mingo, 
  • Minqua, 
  • Minsi, 
  • Minto, 
  • Miskito (Mosquito), 
  • Missouria, 
  • Miwok (Miwuk), 
  • Mixe, 
  • Mixtec (Mixteco, Mixteca), 
  • Mobilian Trade Jargon, 
  • Modoc, 
  • Mohave, 
  • Mohawk
  • Mohegan, 
  • Mohican
  • Mojave
  • Molale (Molalla, Molala), 
  • Monache (Mono), 
  • Montagnais,
  • Montauk, 
  • Moosehide, 
  • Multnomah, 
  • Munsee (Munsie, Muncey, Muncie), 
  • Muskogee (Muscogee, Mvskoke), 
  • Musqueam, 
  • Mutsun

N
  • Nabesna, 
  • Nadot'en (Natoot'en, Natut'en), 
  • Nahane (Nahani, Nahanne), 
  • Nahuat, 
  • Nahuatl, 
  • Nakoda (Nakota), 
  • Nambe, 
  • Nanticoke, 
  • Nantucket, 
  • Narragansett,
  • Naskapi, 
  • Nass-Gitxsan, 
  • Natchez, 
  • Natick, 
  •  Naua   ....................................... Brazil
  • Naugutuck, 
  • Navajo (Navaho), 
  • Nawat, 
  • Nayhiyuwayin, 
  • Nde, 
  • Nee-me-poo, 
  • Nehiyaw (Nehiyawok), 
  • Netela, 
  • New Blackfoot, 
  • Newe, 
  • Nez Perce, 
  • Niantic, 
  • Nicola, 
  • Niitsipussin (Niitsitapi), 
  • Nimiipuu (Nimi'ipu), 
  • Nipmuc, 
  • Nisenan (Nishinam), 
  • Nisga'a (Nisgaa, Nishga),
  • Nlaka'pamux (Nlakapamux), 
  • Nomlaki, 
  • Nooksack (Nooksak), 
  • Nootka (Nutka), 
  • Nootsak, 
  • Northeastern Pomo, 
  • Northern Carrier, 
  • Northern Cheyenne,
  • Nottoway, 
  •  Nukak   ........................................ Colombia, Brazil
  • Nuu-chaa-nulth (Nuuchahnulth), 
  • Nuxalk

O
  • Obispeño, 
  • Ocuilteco, 
  • Odawa, 
  • Ofo, 
  • Ogahpah (Ogaxpa), 
  • Ohlone, 
  • Ojibwa (Ojibway, Ojibwe, Ojibwemowin), 
  • Oji-Cree, 
  • Okanagan (Okanogan), 
  • Okwanuchu,
  • Old Blackfoot, 
  • Omaha-Ponca, 
  • Oneida, 
  • Onondaga, 
  • O'ob No'ok (O:b No'ok), 
  • O'odham (Oodham), 
  • Opata, 
  • Osage, 
  • Otchipwe, 
  • Otoe, 
  • Ottawa

P
  • Pai, 
  • Paipai, 
  • Paiute, 
  • Palaihnihan (Palaihnih, Palahinihan), 
  • Palewyami, 
  • Palouse, 
  • Pamlico, 
  • Panamint, 
  • Papago-Pima, 
  • Pascua Yaqui, 
  • Passamaquoddy, 
  • Patuxet,
  • Patwin, 
  • Paugussett (Paugusset), 
  • Pawnee, 
  • Peigan, 
  • Pend D'Oreille, 
  • Penobscot (Pentagoet), 
  • Pentlatch (Pentlach), 
  • Peoria, 
  • Pequot, 
  • Picuris, 
  • Piegan (Piikani),
  • Pima, 
  • Pima Bajo, 
  • Pipil, 
  • Pit River, 
  • Plains Indian Sign Language, 
  • Pojoaque, 
  • Pomo (Pomoan), 
  • Ponca, 
  • Poospatuck (Poosepatuk, 
  • Poospatuk, 
  • Poosepatuck),
  • Popoluca (Popoloca), 
  • Potawatomi (Pottawatomie, Potawatomie), 
  • Powhatan, 
  • Pueblo, 
  • Puget Sound Salish, 
  • Purisimeño, 
  • Putún

Q
  • Quapaw (Quapa), 
  • Quechan, 
  • Quechua, 
  • Quilcene, 
  • Quileute, 
  • Quinault, 
  • Quinnipiac (Quinnipiack), 
  • Quiripi

R
  • Raramuri, 
  • Red Indians, 
  •  Red Skin   (Indian Kulit Merah)   ............................ Brazil
  • Restigouche, 
  • Rumsen, 
  • Runasimi

S
  • Saanich, 
  • Sac, 
  • Sahaptin, 
  • Salhulhtxw, 
  • Salinan, 
  • Salish, 
  • Samish, 
  • Sandia, 
  • Sanish (Sahnish), 
  • San Felipe, 
  • San Ildefonso, 
  • San Juan, 
  • Sanpoil, 
  • Santa Ana, 
  • Santa Clara,
  • Santiam, 
  • Santo Domingo, 
  • Saponi, 
  • Sarcee (Sarsi), 
  • Sastean (Sasta), 
  • Satsop, 
  • Savannah, 
  • Sauk, 
  • Saulteaux, 
  • Schaghticoke (Scaticook), 
  • Sechelt, 
  • Secwepemc (Secwepmectsin), 
  • Sekani, 
  • Selkirk, 
  • Seminoles, 
  • Seneca, 
  • Seri, 
  • Serrano, 
  • Seshelt, 
  • Severn Ojibwe, 
  • Shanel, 
  • Shasta (Shastan), 
  • Shawnee (Shawano),
  • Shinnecock,
  • Shoshone (Shoshoni), 
  • Shuar, 
  • Shuswap, 
  • Siksika (Siksikawa), 
  • Siletz, 
  • Similkameen, 
  • Sinkiuse (Sincayuse), 
  • Sinkyone, 
  • Sioux
  • Siuslaw, 
  • Skagit, 
  • Skicin, 
  • S'Klallam,
  • Skokomish, 
  • Skraeling, 
  • Skwamish, 
  • Slavey (Slave, Slavi), 
  • Sliammon (Sliamon), 
  • Sm'algyax, Snichim, 
  • Snohomish, 
  • Songish, Sooke, 
  • Souriquois (Sourquois),
  • Southeastern Pomo, 
  • Southern Paiute, 
  • Spokane (Spokan), 
  • Squamish, 
  • Sqwxwu7mesh, 
  • Stadaconan, 
  • St'at'imcets (St'at'imc), 
  • Stockbridge, 
  • Sto:lo, 
  • Stoney, 
  • Straits Salish, 
  • Sugpiaq, 
  • Suquamish, 
  • Susquehannock, 
  • Suwal, 
  • Swampy Cree, 
  • Swinomish

T
  • Tabasco 
  • Chontal, 
  • Tachi (Tache), 
  • Taensa, 
  • Tahltan, 
  • Tagish, 
  • Tahcully, 
  • Taino, 
  • Takelma (Takilma), 
  • Takla, 
  • Taltushtuntude, 
  • Tamyen, 
  • Tanacross, 
  • Tanaina, 
  • Tanana,
  • Tano, 
  • Taos, 
  • Tarahumara, 
  • Tataviam, 
  • Tauira (Tawira), 
  • Teguime, 
  • Tehachapi, 
  • Ten'a, 
  • Tenino, 
  • Tepehuano (Tepecano), 
  • Tequistlateco (Tequistlatec), 
  • Tesuque,
  • Tetes-de-Boules, 
  • Tewa, 
  • Thompson, 
  • Tigua, 
  • Tillamook, 
  • Timbisha (Timbasha), 
  • Timucua, 
  • Tinde,
  • Tinneh, 
  • Tiwa, 
  • Tjekan , 
  • Tlahuica (Tlahura), 
  • Tlatskanie (Tlatskanai), 
  • Tlatsop, 
  • Tlicho Dinne, 
  • Tlingit, 
  • Tohono O'odham, 
  • Tolowa, 
  • Tongva, 
  • Tonkawa, 
  • Towa, 
  • Tsalagi (Tsa-la-gi), 
  • Tsattine, 
  • Tsekani (Tsek'ehne),
  • Tsetsehestahese, 
  • Tsetsaut, 
  • Tsilhqot'in (Tzilkotin), 
  • Tsimshian (Tsimpshian), 
  • Tsitsistas, 
  • Tsooke, Tsoyaha, 
  • Tsuu T'ina (Tsuutina), 
  • Tualatin, 
  • Tubar (Tubare),
  • Tubatulabal, 
  • Takudh, 
  • Tulalip, 
  • Tumpisa (Tümbisha, Tumbisha), 
  • Tunica, 
  • Tupi, 
  • Tuscarora, 
  • Tutchone, 
  • Tutelo, 
  • Tututni, 
  • Tuwa'duqutsid, 
  • Twana, 
  • Twatwa (Twightwee)

U
  • Uchi (Uche, Uchee), 
  • Ukiah (Ukian, Uki, Ukia), 
  • Ukomnom, 
  • Umatilla, 
  • Unami, 
  • Unangan (Unangax), 
  • Unkechaug (Unquachog) Upper Chehalis, 
  • Upper Chinook,
  • Upper Cowlitz, 
  • Upper Tanana, 
  • Upper Umpqua, 
  • Ute

V
  • Ventureño, 
  • Virginian Algonkin

W
  • Wailaki (Wailakki), 
  • Wailatpu (Waylatpu), 
  • Walapai, 
  • Walla Walla, 
  • Wampano, 
  • Wampanoag, 
  • Wanapam, 
  • Wanki (Wangki), 
  • Wappinger, 
  • Wappo, 
  • Warijio (Warihio, Warijío), 
  • Warm Springs, 
  • Wasco-Wishram, 
  • Washo (Washoe), 
  • Wazhazhe, 
  • Wea, 
  • Wenatchi (Wenatchee), 
  • Wendat, 
  • Weott, 
  • Western Pomo, 
  • Whilkut,
  • White Clay People, 
  • Wichita (Witchita), 
  • Wikchamni, 
  • Willapa (Willopah), 
  • Winnebago, 
  • Wintu (Wintun), 
  • Wishram, 
  • Witsuwit'en (Witsuwiten), 
  • Wiyot (Wi'yot, Wishosk), 
  • Wolastoqewi (Wolastoqiyik), 
  • Wyandot (Wyandotte)

Y
  • Yakama (Yakima),
  • Yanesha,
  •  Yanomami   ..................................... Brazil, Venezuela
  • Yaquina (Yakonan, Yakon),
  • Yavapai,
  • Yawelmani,
  • Yaqui,
  • Yinka Dene,
  • Yneseño (Ynezeño),
  • Yocot'an,
  • Yokaia (Yakaya),
  • Yokuts (Yokut, Yokutsan),
  • Yoncalla (Yonkalla),
  •  Yora   ........................................... Peru
  • Yowlumni,
  • Ysleño,
  • Ysleta del Sur,
  • Yucatec Maya (Yucateco, Yucatan),
  • Yuchi (Yuchee) Yuki (Yukian),
  • Yuma,
  • Yupik (Yu'pik, Yuit),
  • Yurok (Yu'rok)

Z
  • Zapotec,
  • Zia,
  • Zimshian,
  •  Zo'e   ........................................... Brazil
  • Zoque,
  • Zuni


sumber
  • native-languages.org/languages.htm 
  • id.wikipedia.org/wiki/Suku_Indian
foto:
  • americanproblems.prv.pl