Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan. Show all posts

Suku Bangsa di Brunei

Brunei, merupakan suatu negara kecil yang berada di pulau Kalimantan sebelah utara. Brunei bertetangga dengan Indonesia dan Malaysia. Brunei memiliki beberapa ethnic selain suku bangsa Melayu Brunei yang menjadi mayoritas. Suku bangsa lain seperti suku Dayak, Coco dan lain-lain.
  • Melayu Brunei
  • Belait
  • Bisaya, Brunei
  • Orang Bukit/ Kendayan
  • Tutong




Asal Usul Suku Dayak di Kapuas Hulu

suku Dayak di Kapuas Hulu
Di daerah kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat banyak dihuni beragam etnis dayak yang hidup dalam kelompok masing-masing dengan budaya dan tradisi yang telah berjalan lama sejak ratusan tahun bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu.

Diduga kehadiran suku-suku Dayak di wilayah ini datang dalam 3 gelombang.
  1. Migrasi dalam gelombang pertama diperkirakan datang dari arah barat (kemungkinan berasal dari hilir sungai Kapuas dan anak-anak sungai, seperti sungai Sekayam, Ketungau dan Sekadau).
    Suku-suku Dayak tersebut adalah:
    - Seberuang,
    - Ensilat,
    - Iban,
    - Kantu’,
    - Tamanik,
    - Desa,
    - Sekapat,
    - Suaid,
    - Mayan,
    - Sebaru’,
    - Rembay, dan
    - Ulu ai’.
  2. Migrasi dalam gelombang kedua diperkirakan berasal dari arah timur daerah Data Purah, Apo Kayaan yang menghasilkan 3 suku Dayak yaitu:
    - Punan,
    - Buket dan
    - Kayaan Mendalam.
  3. Migrasi ketiga diduga juga berasal dari timur, yaitu sungai Kayaan. Kelompok ini tidak langsung ke Kalimantan barat, melainkan menuju sungai Mahakam kemudian menyebar ke hulu sungai Melawi. Dari hulu sungai melawi inilah kemudian menyebar lagi ke hulu sungai Manday, sungai Suru’, dan sungai Mentebah hingga ke Kapuas.
    Pada gelombang ketiga ini terdiri dari:
    - Orung Da’an,
    - Suru’ dan
    - Mentebah.

Gambaran migrasi kelompok suku Dayak di Kapuas Hulu pada hakikatnya tidak bersamaan waktu penyebarannya. Misalnya Dayak Iban yang dikelompokkan pada kelompok pertama, tidak langsung ke Kapuas Hulu tetapi kelompok ini memilih Sungai Batang Rejang di Malaysia. Setelah suku ini ditaklukkan oleh raja “white” Brooke, baru kemudian melakukan migrasi besar-besaran ke wilayah Kapuas Hulu. Sedangkan kelompok Dayak Sekapat, Sebaru’ dan Desa diyakini paling terakhir menyebar di kabupaten ini.

Gambaran penyebaran ini hakikatnya masih perlu di uji dan memerlukan kajian lebih lanjut.
Suku Dayak di kabupaten Kapuas Hulu atau seringkali disebut Dayak Ulu Kapuas keberadaanya sama dengan beberapa suku Dayak di kabupaten lain di Kalimantan Barat, yaitu sebagai penduduk asli pulau Kalimantan. Sebagai kelompok mayoritas suku Dayak di kabupaten ini diperkirakan sudah mendiami wilayah hulu sungai Kapuas ini sejak tahun 300-an, sebelum peristiwa perang antara manusia dengan roh halus di Tanah Tampun Juah yang menyebabkan “migrasi besar-besaran”.

suku Dayak Taman
Beberapa subsuku yang mengisahkan tentang asal-usul mereka dari Tampun Juah adalah Dayak Kantu’, Seberuang, dan juga Rembay. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai peristiwa sejarah dan perkembangannya, misalnya perluasan wilayah Kerajaan Sintang di Selimbau dan Semitau serta masa penjajahan Belanda.
Kelompok masyarakat dayak sebelum berdirinya panembahan-panembahan Kerajaan Sintang dan datangnya para penjajah, umumnya masih menganut agama leluhur mereka. Namun agama ini acapkali dianggap sebagai animisme, berhala, dan sebagainya. Kerajaan Sintang yang memperluas wilayah kekuasaannya dengan mendirikan panembahan-panembahan di wilayah hulu Kapuas juga menyebarkan agama Islam. Hal ini membuat kelompok suku Dayak dihadapkan pada pilihan sulit untuk menganut agama yang baru.
Agama Islam pada saat itu cukup berpengaruh seiring berdirinya kerajaan-kerajaan kecil yang berlandaskan Islam. Kelompok suku-suku Dayak dihadapkan pada pilihan “jika menganut agama Islam", kelompok suku Dayak terbebas dari perbudakan dan kewajiban membayar upeti kepada kerajaan. Namun tanpa disadari menganut agama Islam di Kalimantan Barat selalu diidentikkan dengan Melayu. Oleh karena itu, sadar atau tidak sadar terjadi penolakan jati dirinya. Dilihat dari aspek kultural kelompok Dayak yang telah menjadi muslim meninggalkan kultur budayanya dan meninggalkan identitas "dayak" nya, lama kelamaan sikap itu mengkristal sehingga melahirkan identitas baru yang disebut Senganan. Sedangkan yang tidak menerima Islam disebut sebagai "dayak" yang dimaknai sebagai kelompok masyarakat pribumi Kalimantan Barat non Muslim. Saat ini masyarakat Dayak sebagian besar telah memeluk agama Kristen tetap dengan status "dayak"nya.

Mengenai keragaman suku Dayak di Kapuas Hulu dari hasil penelitian lapangan yang telah dilakukan di seluruh wilayah kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut:
  • Suaid, 
  • Kantu’, 
  • Seberuang, 
  • Kalis, 
  • Lau’, 
  • Suru’, 
  • Mentebah, 
  • Tamambalo, 
  • Ensilat, 
  • Mayan, 
  • Sekapat, 
  • Desa, 
  • Punan, 
  • Buket, 
  • Taman, 
  • Kayaan, 
  • Rembay, 
  • Sebaru’, 
  • Iban, 
  • Oruung Da’an.
  • Senganan (dayak muslim)

sumber:
- buku Mozaik Dayak “keberagaman subsuku dan bahasa Dayak di Kalimantan barat"
napannumut
- wikipedia
- peacedamaimembuatkitanyaman
- ceritadayak
- dan sumber lain

Asal Usul Suku Dayak Kayan

Suku Dayak Kayan, adalah penduduk asli pulau Kalimantan yang mendiami wilayah sebelah Timur Laut Kalimantan. Istilah "dayak" ditujukan untuk seluruh penduduk asli Kalimantan. Suku Dayak Kayan lebih sering menyebut diri mereka sebagai "Orang Ulu", sedangkan bagi mereka sendiri, istilah "dayak" ditujukan kepada kelompok etnis lain seperti Orang Iban dan Orang Bidayuh. Populasi suku Dayak Kayan diperkirakan lebih dari 30.000 orang yang tersebar di 2 negara, di Indonesia berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat hingga ke Sarawak Malaysia. Suku Dayak Kayan sering juga disebut sebagai suku Dayak Apo Kayan.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sejarah dan anthropolog, bahwa suku Dayak Kayan dan suku Dayak Kenyah termasuk suku dayak tertua di Kalimantan, yang telah menghuni pulau Kalimantan sejak ribuan tahun Sebelum Masehi, yang diduga bermigrasi dari daerah selatan Cina atau mungkin dari Formosa.

Ada satu cerita dalam masyarakat suku Dayak Kayan, dikatakan bahwa dahulu seorang raja bernama Raja Akalura bersama pengikutnya datang dari Tiongkok menaiki 2 buah kapal menuju Kalimantan. Di perjalanan kelompok mereka terpisah. Kelompok pertama mendarat di Brunei, inilah yang menjadi orang Dayak Kayan, sementara kelompok satu lagi mendarat di cekungan Baram, menetap dan membangun pemukiman, kemudian dikenal sebagai orang Dayak Kenyah. Hal inilah mungkin sebab awal banyak ditemukannya persamaan antara suku Dayak Kayan dan suku Dayak Kenyah.

Sedangkan menurut pendapat lain, mengatakan bahwa perjalanan suku Dayak Kayan terjadi dalam 3 gelombang, yaitu:
  1. Gelombang 1 (abad 15): Apo Duat (Mat Murut dan Baram Sungai) dan Usun Apau (Balui dan Tinjar)
  2. Gelombang 2 (abad 16 hingga abad 18): Apau Kayan, Kayan River dan Bahau Sungai
  3. Gelombang 3 (abad 18 hingga abad 20): Malinau, Sesayap, Segah, Kelinjau, Telen, Wehea, Belayan, sungai Mahakam dan Mendalam. Beberapa ke Sarawak (Balui, Tinjar, Baram dan sungai Baleh)
Pada pertengahan abad 17 hingga 19, kelompok Dayak Kayan suka menyerang etnis lain secara brutal, dengan memburu kepala (headhunter) atau ayau kung. Mereka menempati lahan baru dari barat Sarawak sampai ke timur laut Kalimantan, menggusur penduduk setempat dan memberi nama tempat tersebut untuk menandakan kekuasaan mereka. Mereka bahkan terlibat perang dengan suku Suluk, suku Bajau dan suku Dayak Tidung Sabah.

Sedangkan etnis dayak lain yang bermukim di sekitar wilayah Mahakam (Kalimantan) ikut terdesak, seperti suku Dayak Ot Danum, Dayak Bukat, Dayak Penihing, Dayak Punan, Dayak Murut, Dayak Tunjung, Dayak Benuaq dan Dayak Maloh harus mundur ke daerah Barat dan ke wilayah Kalimantan Tengah, untuk menghindar dari kebrutalan suku Kayan. Sedangkan yang bertahan harus tunduk di bawah kekuasaan kelompok Kayan. Di utara Kalimantan Timur, Dayak Burusu (Brusu) dan Dayak Tenggalan terdesak ke pantai Timur Kalimantan setelah perluasan daerah kekuasaan kelompok Kayan. Banyaknya jumlah anggota kelompok Kayan yang ahli perang, mobilitas tinggi, dan sumber daya yang kaya, membuat kelompok Kayan berkuasa mutlak di Kalimantan Timur selama 300 tahun. Tapi Pemerintah Kolonial Belanda, tidak mengakui mereka sebagai pemerintahan kerajaan tersendiri. Oleh Belanda mereka hanya dianggap sebagai suku primitif karena tidak memiliki wilayah kerajaan yang menetap, dibandingkan dengan Kesultanan Brunei, Kutai, Bulungan, Berau dan Tidung.

Kelompok Kayan Kayan terdiri dari 3 sub suku, yang terbagi menurut bahasa:
  1. Suku Dayak Ga'ay / Mengga'ay,  asal nama berasal dari pedang "gay", kata gay, berarti "mandau" yang digunakan dalam pengayauan (mengayau). Versi lain menyebutkan nama ga'ay, berasal dari bahasa Kenyah Lepo Tau yang menyebut orang-orang ini "ba'ay", yang berarti orang yang tinggal di muara sungai. Panjang Glat, Long Huvung Lama dan Keliway. Seloy / Falun Kiya: n dan Ba'un panjang oleh Sungai Kayan. Long Way spt: Long Nah, Melean, dan bentuk panjang oleh mulut Ancalong tersebut. Panjang La'ay Dan Ayan Panjang Sungai Segah.
  2. Suku Dayak Kayan, istilah "kayan", yang berarti "ini adalah tanah kami", mereka hidup kebanyakan di sekitar sungai Baram. Kelompok di Kalimantan Timur, "Suling, Uma Uma Lekwe, Uma 'Tua: n, Uma Wak, Uma' Laran, Uma Lekan dan lain-lain. Kelompok di Kalimantan Barat, Uma 'Aging, Uma Pagung', dan lain-lain. Kelompok di Sarawak, Sungai Balui, Sungai Baram, Sungai Tinjar dan lain-lain. Sebuah kelompok kecil menyebut diri (Kayan) Busang, nama diadopsi sebelum migrasi mereka ke Kayan Apau.
  3. Suku Dayak Bahau, menurut Kenyah, kata berasal dari kata "baw", yang berarti tinggi (dataran), dimana Bahau dulu tinggal di Baram sebelum bermigrasi. Kelompok Bahau: Hwang Tring, Hwang Siraw, Hwang Ana, dan Hwang Boh di Mahakam. Ngorek, Lalu Pua 'Sungai Kayan, dan suku Merap di Malinau.

Ekspansi kelompok Kayan, mempengaruhi banyak kelompok etnis lain yang menjadi Kayanized, seperti suku Dayak Melanau dan suku Dayak Murut. Di Mahakam, terdapat 2 kelompok Kayan, yaitu: suku Dayak Kayan Amoh (Kayan Salah) dan suku Dayak Kayan Laan (Kayan Benar). Suku Dayak Kayan Amoh sebenarnya adalah suku Dayak Murut yang terakhir menyebut diri mereka juga sebagai suku Dayak Kayan.

sumber:

Suku di Kalimantan

Pulau Kalimantan, atau Borneo, banyak dihuni oleh bermacam-macam etnis atau suku-bangsa. Penghuni asli sebenarnya pulau Kalimantan ini adalah suku Dayak, kemudian suku Melayu juga mengklaim dirinya sebagai pribumi di pulau Kalimantan. Beberapa suku Dayak yang telah memeluk Islam pada masa terakhir ini juga mengaku sebagai suku Melayu, walau dalam hati mereka tetap merasa sebagai orang Dayak.

Oleh karena itu di pulau Kalimantan ini pengelompokan penduduk asli, dibagi beberapa kelompok, yaitu:
  • Melayu, suku Melayu yang berbahasa Melayu
  • Melayu-Dayak, suku Dayak yang berbahasa Dayak, tetapi mengaku sebagai Melayu
  • Dayak, suku Dayak yang berbahasa Dayak
  • Dayak-Melayu, suku Dayak yang berbahasa Melayu, tetapi mengaku sebagai Dayak
Suku Asli Kalimantan:
  •  Dayak,   seluruh daerah Kalimantan
  • Banjar, Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur
  • Melayu, pulau Karimata dan pesisir Kalimantan Barat, Sarawak hingga Brunei
  • Kutai, Kalimantan Timur
  •  Paser,   Kalimantan Timur
  • Kendayan, Brunei
  •  Cocos,   Sabah  
  • Bajau
Suku Pendatang:
Para pendatang ini, tidak diakui sebagai penduduk asli Kalimantan, walau telah tinggal lama di pulau Kalimantan ini, karena tidak memiliki tanah adat di pulau ini.
  • Tionghoa, Kalimantan Barat (Singkawang dan Pontianak)
  • Bugis
  • Batak
  • Makasar
  • Jawa
  • Toraja
  • Madura
  • Sunda
  • Minang
  • Minahasa
  • dan lain-lain

gambar-foto:
  • borneonews-borneoku.blogspot.com

Rumpun Dayak Ot Danum


Rumpun Dayak Ot Danum, menurut versi Tjilik Riwut, Gubernur Pertama Provinsi Kalimantan Tengah. Versi ini berbeda dengan versi rumpun dayak yang sering ditampilkan di beberapa situs di web. Versi rumpun Dayak oleh Tjilik Riwut ini, adalah yang pertama dipublikasi pada sebuah buku hasil karya Tjilik Riwut sendiri. Dari ini lah kemudian dijadikan pedoman dan sumber referensi berbagai tulisan di media, serta berkembang menjadi beberapa versi lain mengenai rumpun Dayak.

Rumpun Dayak Ot Danum terdiri atas 61 suku:
  • Asa
  • At Bunusu (Ot Bunusu)
  • At Danun (Ot Danun)
  • At Siang (Ot Siang0
  • Babuat
  • Banyau
  • Desa
  • Duhai
  • Ellah
  • Embaloh
  • Ginih
  • Gunung Kambang
  • Iban
  • Jambung Jaman
  • Jampal
  • Jungkau
  • Kalang Lupu
  • Kalis
  • Kayan Danum
  • Kebosan
  • Keninjal
  • Kenyilu
  • Keramai
  • Kuhin
  • Lacur
  • Lauk
  • Lebang
  • Lebanyan
  • Limbei
  • Linuh
  • Linuh Pudau
  • Mandai Suruk
  • Mentebah
  • Muntak
  • Nanga
  • Nyahing Uhing
  • Nyangai
  • Palan
  • Palin
  • Pananyari
  • Pananyui
  • Pandau
  • Pangin
  • Payah
  • Penangkuwi
  • Rahan
  • Ransa
  • Rarai
  • Sahiei
  • Sebaung
  • Seberuang
  • Serawai Danun
  • Silang
  • Tahin
  • Tahup
  • Taman Danun
  • Taman Sibau
  • Tawahui
  • Tebidah
  • Ulun Daan
  • Undan

sumber:
  • Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat 1975
  • gambar-foto: pariwisatamura.blogspot.com
  • wikipedia
  • dan sumber lain

Rumpun Dayak Punan


Rumpun Dayak Punan, adalah beberapa kelompok suku dayak yang sebagian besar masih mempertahankan hidup seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, yaitu hidup secara terasing dan primitif. Beberapa dari komunitas suku kecil Dayak Punan kian tahun kian menurun cenderung menuju kepunahan. Walau telah hidup berabad-abad, mereka tetap tak berubah dengan pola adat-istiadat dari leluhur yang mereka percaya. Beberapa kelompok suku dayak dari rumpun Dayak Punan, telah ada yang hidup lebih baik dan bisa berbaur dengan kelompok masyarakat dayak lainnya. Suku-suku dayak yang termasuk dalam Rumpun Dayak Punan tersebar mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur hingga ke wilayah Malaysia, yaitu di Sabah dan Sarawak.

Rumpun Punan, adalah:
  • Punan Busang
  • Punan Penihing (Punan Aoheng)
  • Punan Batu
  • Punan Sajau
  • Punan Hovongan
  • Punan Uheng Kereho (Ot Nyawong) 
  • Punan Seputan (Dayak Seputan)
  • Punan Aput
  • Punan Merap
  • Punan Tubu
  • Punan Bukat (Dayak Bukat)
  • Punan Habongkot
  • Punan Panyawung (Ot Penyaung)
  • Punan Malinau
  • Punan Binai
  • Punan Mahkam
  • Punan Murung
  • Punan Merah (Ot Siau), 
  • Punan Serata
  • Punan Langasa
  • Punan Nya'an
  • Punan Ukit (Dayak Bukitan, Dayak Beketan)
  • Punan Lisum
  • Punan Kelay-Segah  
  • Punan Bah
  • Punan Batu 1
  • Punan Belahun (Punan Berun) 
  • Punan Lejuh
  • Punan Sama
  • Punan Biau
  • Punan Meluyou
  • Punan Lirung Belang
  • Punan Mina
  • Punan Pedan
  • Punan Lo'o Buong
  • Penan

Rumpun Dayak Ngaju


Rumpun Dayak Ngaju, adalah suatu kelompok suku, yang terdiri dari puluhan suku-suku dayak yang dikelompokkan ke dalam rumpun Dayak Ngaju. Sebagian besar suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak Ngaju berpusat di provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan beberapa lainnya berada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Kata ngaju bisa berarti hulu atau bisa berarti kampung.

Rumpun Dayak Ngaju, terdiri dari:
  • Alai 
  • Amandit 
  •  Arut  
  • Bajau
  •  Bakumpai  
  • Balanga 
  • Balantikan 
  • Bara Je 
  • Bara Nio 
  • Bara Nyet 
  • Bara Raden (Mangkatip) 
  • Bara Urik 
  • Baradia
  • Barahayan 
  • Baraki 
  • Baranarai / Barune 
  • Barangas 
  •  Batangkawa  
  • Bawa
  • Bawa Adeng 
  • Bentian 
  • Bukit 
  • Bulik 
  • Kahayan 
  • Kali 
  • Kapuas 
  • Katingan
  • Kayu Tangi 
  • Kuwing 
  • Labuhan Amas 
  • Lalang 
  • Lamandau 
  • Lampeang / Balai 
  • Lantu Ung 
  •  Maanyan  
  • Maanyan Pantai
  • Maanyan Paku
  • Maanyan Jangkung
  • Maanyan Paju
  • Maanyan Benua Lima
  • Maanyan Paju Empat
  • Mendawai 
  • Mengkatip 
  • Mentabi
  • Mentaya
  • Mentebah 
  • Murung   
  • Pananyui 
  • Pasir 
  • Purrui 
  • Purung 
  • Ritap 
  • Sembuluh 
  • Seruyan 
  • Taboyan Teweh 
  • Tapin 
  •  Tamuan  
  • Tebilun 
  • Tungka Ngaju 
  • Ulang 

sumber : 
  • Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat 1975
  • melawikab.go.id
  • wikipedia
  • dan sumber lain

Rumpun Dayak


Suku Dayak, adalah penduduk asli pulau Kalimantan yang tersebar di seluruh pulau Kalimantan (Brunei, Malaysia dan Indonesia), selain itu suku Dayak juga terdapat di pulau-pulau pesisir sebelah utara pulau Kalimantan, hingga ke kepulauan Sulu Filipina. Masyarakat Dayak pada umumnya lebih memilih untuk menetap di tepian sungai-sungai dan danau.

Suku Dayak terdiri dari 6 Rumpun dan lebih dari 405 Suku

Kalimantan Tengah
  • Arut
  • Bakumpai
  • Batangkawa
  • Bawo
  • Belantikan
  • Blaman 
  • Bulik 
  • Darat 
  • Delang - sub suku: Delang Ulu dan Delang Ilir 
  • Didang 
  • Dohoi 
  • Dusun 
  • Dusun Malang 
  • Dusun Pepas 
  • Dusun Bayan 
  • Dusun Witu 
  • Gambu 
  • Jelai 
  • Kadorih 
  • Kahayan 
  • Kali 
  • Kapuas 
  • Katingan 
  • Ketungan (Ketung) 
  • Kohin 
  • Kuhin 
  • Lamandau 
  • Lawangan 
  • Maanyan
  • Mendawai 
  • Mengkatip (Mangkatip) 
  • Mentobi 
  • Murung (Siang Murung) 
  • Ngaju 
  • Ot Danum
  • Ot Olong-Olong 
  • Ot Pari 
  • Ot Saribas 
  • Paku 
  • Punan Merah (Ot Siauw) 
  • Punan Murung
  • Punan Panyawung (Ot Penyaung) 
  • Ruku Mapan 
  • Sampit 
  • Siang (Ot Siang) 
  • Tamuan
  • Tawoyan (Taboyan) 
  • Tomun
  • Ulang 

Kalimantan Timur
  • Abai 
  • Agabag
  • Ampanang 
  • Bahau
  • Basap
  • Bentian 
  • Benuaq 
  • Berusu (Brusu, Burusu, Belusu)
  • Bulungan 
  • Gaai (Segai) 
  • Kayan Busang 
  • Kayan Mahakam 
  • Kayan Sungai Kayan 
  • Kayan Wahau 
  • Kenyah Pusat 
  • Kenyah Wahau 
  • Kerayan 
  • Kutai Hulu 
  • Lebu' Kulit 
  • Lengilu 
  • Lundayeh 
  • Modang 
  • Murut-Selungai Murut 
  • Okolod 
  • Paser
  • Punan Aput 
  • Punan Basap 
  • Punan Batu
  • Punan Bukat (Dayak Bukat) 
  • Punan Kelay
  • Punan Merah (Ot Siau) 
  • Punan Merap 
  • Punan Penihing (Dayak Aoheng, Dayak Penihing) 
  • Punan Sajau 
  • Punan Tubu 
  • Putoh 
  • Sajau Basap 
  • Segah 
  • Seputan 
  • Tagel 
  • Tenggalan (Tengalan, Tingalan) 
  • Tidung 
  • Tunjung 
  • Uma’ Lung 
  • Wehea

Kalimantan Barat
  • Ahe 
  • Air Durian 
  • Air Upas 
  • Angan
  • Babak 
  • Badat 
  • Bakati’
  • Bakati' Rara
  • Bakati' Riok
  • Bakati' Sara 
  • Banjur 
  • Banyadu (terdapat juga di Formosa, Taiwan) 
  • Barai 
  • Batang Lupar 
  • Batu Entawa 
  • Batu Payung 
  • Batu Tajam (Dayak Pesaguan Kiri) 
  • Baya 
  • Benatuq 
  • Beginci
  • Bekidoh 
  • Belaban 
  • Benawas 
  • Beriam 
  • Bihak
  • Bohokam 
  • Bubung
  • Bundu 
  • Bugau
  • Bukitan (terdapat juga di Sarawak Malaysia) 
  • Butok 
  • Cohie 
  • Dalam 
  • Darok (Dayak Daro') 
  • Damea 
  • De'sa
  • Dohoi 
  • Dosan 
  • Ella 
  • Embaloh (Dayak Tamambaloh, Dayak Maloh) 
  • Embau (menjadi melayu) 
  • Empayeh 
  • Engkarong 
  • Ensanang 
  • Galik 
  • Gerai 
  • Gerunggang 
  • Goneh 
  • Gulik’g 
  • Gun
  • Hovongan 
  • Ingar Silat 
  • Jagoi 
  • Jangkang
  • Jalai (Jelai) 
  • Jawant
  • Joka’
  • Kahoi 
  • Kalis
  • Kanayatn (Orang Kedayan) 
  • Kancikng 
  • Kantu'
  • Kayaan
  • Kayaan Mendalam
  • Kayong
  • Kebahan (Dayak Kebahn) 
  • Kebuai 
  • Kede 
  • Kekura’ 
  • Keluas
  • Kembayan 
  • Kendawangan
  • Keninjal 
  • Kenyilu
  • Kengkubang 
  • Kepuas 
  • Kerabat
  • Kerambai
  • Kereho 
  • Ketungau Banyur 
  • Ketungau Sekadau (Dayak Sesat, Dayak Sesae') 
  • Ketungau Sintang
  • Keninjal 
  • Kolangan 
  • Koman 
  • Komi/ Domit 
  • Konyeh 
  • Kopak 
  • Kowotn (Dayak Bengkawan) 
  • Koyon 
  • Krio
  • Kualant Semanangk 
  • Kualantn
  • Kubitn
  • Lamantawa 
  • Laur 
  • Lara 
  • Lebang Nado 
  • Lebang Hilir 
  • Lebang Hulu 
  • Liboy 
  • Limbai
  • Linoh (Linuh) 
  • Lintang 
  • Mayao (Mayau, Majau) 
  • Melahoi (Malahui, Malahoi) 
  • Mahap
  • Mali
  • Marau (Merau) 
  • Membuluq (Membulu) 
  • Menggaling 
  • Mentebah 
  • Menyaya 
  • Menyangka 
  • Menyuke 
  • Mualang
  • Muara 
  • Muduh 
  • Muluk 
  • Mugut (terdapat juga di Serawak) 
  • Nanga 
  • Ngabang 
  • Ngalampan 
  • Ngamukit 
  • Nganayat 
  • Nyadu (Nyadupm) 
  • Orung Daan 
  • Ot (Ote) 
  • Ot Siau
  • Ot Penyaung (Ot Panyawung) 
  • Pandu 
  • Pangin 
  • Pangkalan Suka 
  • Pangkodatn 
  • Panu 
  • Papak 
  • Parangkunyit 
  • Pawan 
  • Pawatn
  • Payak 
  • Pebantan (Dayak Pangkalan Suka) 
  • Pelanjau 
  • Pengkedang 
  • Penyarangan 
  • Perigiq 
  • Pesaguan 
  • Pompakng
  • Pos 
  • Punan
  • Punan Hovongan
  • Punan Uheng Kereho (Ot Nyawong, Dayak Seputan) 
  • Punti (Dayak Pontent), terdapat juga di Sabah Malaysia 
  • Randu (Randuk) 
  • Ransa
  • Riam 
  • Ribun (Hibun) 
  • Sajan 
  • Sane (Sani) 
  • Sanggau 
  • Sango 
  • Sapatoi (Dayak Bung Pah Tung) 
  • Saribas 
  • Sebaru' (Sebaruk) 
  • Sebaung 
  • Seberuang
  • Sekajang 
  • Sekakai 
  • Sekapat
  • Sekayam 
  • Sekubang 
  • Sekujam 
  • Selayang 
  • Selako 
  • Selawe 
  • Selimpat 
  • Semandang-Samanakng 
  • Semitau 
  • Sempadian 
  • Senangkan (Senangkat'n) 
  • Senganan 
  • Senunang 
  • Sikukng (Sungkung) 
  • Silath Muntok 
  • Simpakng 
  • Sisakng
  • Sontas (terdapat juga di Serawak) 
  • Suhaid (Suaid) 
  • Sumanjawat 
  • Suru (Suruk, Suruh) 
  • Suti
  • Tabuas 
  • Tabun 
  • Tadietn (Tadatn, Tadan) 
  • Taman 
  • Tameng (Tamong) 
  • Tanjung 
  • Tawaeq (Tawang) 
  • Tayap Hulu 
  • Tebang, sungai Kualatn 
  • Tebidah 
  • Tengon (Bi Hngon, Dayak Bidayuh Kumba) 
  • Tingui
  • Toba (Toba', Dayak Tebang di sungai Tayan dan Dayak Cempede') 
  • Tola'
  • Undau 
  • Uud Danum
  • Uud Sio (terasing dan primitif) 
  • Uud Bukhot (terasing dan primitif) 

Kalimantan Selatan
  • Abal
  • Bakumpai
  • Bangkalaan 
  • Banjar Hulu 
  • Baraki
  • Barangas
  • Bukit 
  • Balangan (Dayak Dusun Balangan) 
  • Dusun Deyah 
  • Halong
  • Meratus
  • Pitap
  • Samihim 
  • Warukin
  • Hantakan, di kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah 
  • Haruyan, di kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah 
  • Loksado, di kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan 
  • Piani, di kecamatan Piani, Tapin 
  • Paramasan, di kecamatan Paramasan, Banjar 
  • Riam Adungan, di kecamatan Kintap, Tanah Laut 
  • Bajuin, di kecamatan Pelaihari, Tanah Laut 
  • Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru 
  • Labuhan 
catatan: * : punah/ nyaris punah


Sabah, Malaysia
  • Abai Sungai 
  • Bisaya, Sabah 
  • Bonggi 
  • Bookan 
  • Dumpas 
  • Dusun Segama 
  • Dusun Sugut 
  • Dusun Tambunan 
  • Dusun Tempasuk 
  • Dusun Tindal 
  • Dusun Tobilung 
  • Dusun Tombonuo 
  • Dusun Tengah 
  • Gana 
  • Ida'an (Idaan, Idahan) 
  • Iranun 
  • Kadazan, Coastal
  • Kadazan, Klias River 
  • Kadazan, Labuk-Kinabatangan 
  • Kalabakan 
  • Keningau Murut 
  • Kimaragang 
  • Kimensi 
  • Kinabatangan, Upper 
  • Kota Marudu Talantang 
  • Kota Marudu Tinagas 
  • Kuijau 
  • Labuk 
  • Lobu Lanas (Lobou Lanas) 
  • Lobu Tampias (Lobou Tampias) 
  • Lotud 
  • Minokok 
  • Paluan 
  • Papar 
  • Rungus
  • Serudung Murut 
  • Tagal Murut 
  • Tatana 
  • Timugon Murut 

Sarawak, Malaysia
  • Bakati’ Rara
  • Balau 
  • Bemali (Bah Mali) 
  • Berawan Tengah 
  • Berawan Timur 
  • Berawan Barat 
  • Bidayuh, Bau 
  • Bidayuh, Biatah 
  • Bidayuh, Bukar-Sadong 
  • Bidayuh, Tringgus-Sembaan 
  • Bintulu 
  • Bukitan (terdapat juga di Kalimantan Barat) 
  • Iban (daerah Kuching) 
  • Iban Dau 
  • Iban Lemanak 
  • Iban Sibu 
  • Iban Skrang 
  • Iban Ulu Ai 
  • Iban Undup 
  • Jagoi 
  • Kajaman 
  • Kayaan 
  • Kayan Baram 
  • Kayan Murik 
  • Kayan Rejang 
  • Kelabit 
  • Kiput 
  • Lahanan 
  • Lelak 
  • Long Wat 
  • Lun Bawang 
  • Melanau Tengah 
  • Melanau Daro-Matu 
  • Melanau Kanowit-Tanjong 
  • Melanau Sibu 
  • Merau 
  • Murik 
  • Narom 
  • Punan Bah
  • Penan Timur 
  • Penan Barat 
  • Punan Batu 1 
  • Remun 
  • Sa’ban 
  • Saribas 
  • Sebop 
  • Sebuyau 
  • Sekapan 
  • Seping
  • Seru 
  • Sian 
  • Tobak 
  • Tring 
  • Tumbang Pauh 
  • Punan Ukit (Dayak Bukitan, Dayak Beketan) 
  • Uma’ Lasan 

Brunei
  • Belait 
  • Bisaya, Brunei 
  • Orang Bukit/ Kendayan 
  • Tutong 

Filipina