![]() |
| rumah perahu |
Keberadaan suku Bajo Seanomade ini, dikatakan berada di desa Dongkala di sebelah selatan pulau Kabaena. Di desa Kaudani, terdapat pemukiman orang Bajo yang sudah bermukim di daratan, mereka dahulunya adalah suku Bajo Seanomade. Mereka menempati bangunan yang didirikan oleh pemerintah setempat.
Terdapat suatu komunitas suku Bajo yang tinggal dan hidup di atas perahu di daerah Dongkala yang disebut sebagai orang Bajo kelompok Papongka, mereka bisa berminggu-minggu hidup di atas perahu di tengah laut. Selain Kelompok Papongka, masih ada 3 kelompok lainnya masing-masing suku Bajo kelompok Lilibu, kelompok Sakai dan kelompok Lame. Ke-4 kelompok suku Bajo ini dibedakan karena kebiasaan mereka melaut, masing-masing berbeda.
Masing kelompok suku Bajo, adalah:
- Bajo Lilibu adalah suku Bajo yang bermukim di daratan dan biasanya berada di laut hanya satu atau dua hari.
- Bajo Papongka juga bermukim di daratan, namun mereka bisa berada di laut untuk mencari ikan selama sepekan hingga dua pekan.
- Bajo Sakai bisa bertahan sebulan hingga dua bulan di laut dengan kawasan kerja ke provinsi lain.
- Bajo Lame yang bisa berbulan-bulan di laut untuk mencari ikan.
- Bajo Seanomade, menjelajah di laut, sulit diketahui keberadaannya, karena tidak menetap pada suatu wilayah.
Cerita tentang suku Bajo sebagai manusia perahu, sampai kini masih ada yang bermukim di atas perahu. Mereka enggan ke darat. Khusus suku Bajo Seanomade membawa seluruh anggota keluarga mereka untuk hidup dan melaksanakan seluruh kegiatan di atas perahu. Tempat mereka berteduh hanyalah atap rumbia di atas perahu yang disebut Soppe.
diolah dari beberapa sumber






